Diabetes Melitus: Ciri-ciri dan Penyebabnya

Friday, August 11th, 2017 - Kesehatan

Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) dan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein karena berkurangnya sekresi atau aktivitas insulin.

diabetes melitus

Diabetes Melitus tidak termasuk penyakit menular dan prevalensinya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Di Indonesia prevalensi penyakit ini meningkat dari tahun ke tahun sehingga Indonesia merupakan negara yang menempati urutan keempat dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat. Hal ini disebabkan karena sekitar 8,4% penduduk di Indonesia menderita DM pada tahun 2000 dan diperkirakan terus meningkat yaitu sebanyak 21, 3 juta orang penderita diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2030. Diabetes Melitus juga diketahui merupakan penyebab kematian tertinggi di bagian instalasi rawat inap di rumah sakit pada tahun 2005 di Indonesia yaitu sebanyak 3.316 kematian dengan case fertility rate (CFR) 7,9%.

Penderita diabetes melitus mempunyai daya pertahanan tubuh yang rendah sehingga mudah terkena infeksi. Salah satunya adalah infeksi periodontal. Dalam penelitiannya,Taylor dan Borgnakke mengidentifikasi penyakit periodontal sebagai faktor risiko kontrol metabolik buruk pada penderita diabetes melitus. Penderita diabetes lebih mudah terinfeksi dengan inflamasi periodontal dibandingkan individu yang tidak diabetik. Dengan demikian, diketahui bahwa periodontitis dan diabetes mempunyai hubungan timbal balik dan saling berhubungan.

Pengertian diabetes

Diabetes militus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia (kelebihan kadar gula dalam darah) kronik sebagai kelainan utamanya akibat adanya insufisiensi kerja insulin. (Hendrata)

Diabetes Mellitus atau DM yang oleh masyarakat umum disebut kencing manis adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hal ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Penyakit ini membutuhkan perhatian dan perawatan medis dalam Waktu lama, baik untuk mencegah komplikasi maupun dalam perawatan sakit.

Etiologi

Etiologi dari diabetes mellitus tergantung pada tipenya, tipe I yaitu Diabetes mellitus yang tergantung insulin (IDDM) dan Tipe II yaitu diabetes mellitus yang tidak tergantung oleh insulin (non IDDM).

  1. Diabetes mellitus tipe I (IDDM) yaitu disebabkan oleh genetik, faktor imunologi, lingkungan dan virus.
  2. Diabetes mellitus tipe II (NIDDM) penyebabnya belum diketahui dengan pasti namun ada beberapa faktor risiko : yaitu usia, obesitas, herediter, kurang gerak badan dan diit tinggi lemak rendah karbohidrat

Klasifikasi diabetes

Diabetes mellitus diklasifikasikan menjadi 4 yaitu :

  1. Diabetes mellitus tipe I yang tergantung pada insulin / Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) 5% – 10% dari seluruh penderita diabetes mellitus Pada diabetes mellitus tipe I ciri-ciri klinisnya antara lain : awitan terjadi pada segala usia, tetapi biasanya usia muda (< 20 tahun), biasanya bertubuh kurus pada saaat diagnosis dengan penurunan berat badan yang baru saja terjadi. Etiologi mencakup faktor genetik, imunologik, lingkungan atau virus, sering memiliki antibodi sel pulau langerhans terhadap insulin sekalipun belum pernah mendapatkan terapi insulin, sedikit / tidak memiliki insulin endogen, memerlukan insulin untuk mempertahankan hidup, cenderung mengalami ketosis jika tidak memiliki insulin serta komplikasi akut hiperglikemia ketosis diabetic
  2. Diabetes mellitus tipe II yaitu diabetes mellitus yang tidak tergantung oleh insulin / Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus (NIDDM) 90% – 95% dari seluruh penderita diabetes mellitus, obesitas 80% dan non obesitas 20%. Pada tipe II ciri-ciri klinisnya antara lain awitan terjadi disegala usia, biasanya diatas 30 tahun, bertubuh gemuk pada saat diagnostik. Etiologi mencakup faktor obesitas, herediter, usia, diet tinggi lemak rendah karbohidart dan kurang gerak badan. Tidak ada antibodi di pulau Langerhans, penurunan produksi insulin endogen / peningkatan resistensi insulin, mayoritas penderita obesitas dapat mengendalikan kadar gula dalam darah melalui penurunan berat badan agens hipoglikemia oral dapat memperbaiki kadar glukosa darah bila memodifikasi diet dan latihan, bila tidak berhasil mungkin akan memerlukan insulin dalam waktu yang pendekj / panjang untuk mencegah hiperglikemia, ketosis jarang terjadi, kecuali bila dalam keadaan stress / menderita infeksi serta komplikasi akut sindrom hiperosmalor non ketotik.
  3. Diabetes mellitus dengan Malnutrisi (DMTM) Diabetes mellitus jenis ini biasanya ditemukan didaerah tropis yang disebabkan oleh adanya malnutrisi dan disertai kekurangan protein. DMTM ini dimasa mendatang masih akan banyak terjadi, mengingat jumlah penduduk yang masih berada di bawah garis kemiskinan yang masih tinggi.
  4. Diabetes Gestasional

Diabetes mellitus jenis ini adalah diabetes mellitus yang timbul selama kehamilan. Hal ini sangat penting untuk diketahui karena dampaknya pada janin kurang baik bila tidak ditangani dengan tepat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi

Beberapa faktor yang mempengaruhi Diabetes adalah factor keturunan penyakit, kegemukan, merokok, stress, dsb.

1. Faktor Keturunan Penyakit

Diabetes Millitus kebanyakan adalah penyakit keturunan, bukan penyakit menular. Meskipun demikian bukan berarti penyakit tersebut pasti menurun kepada anak, Walaupun kedua orang tuanya menderita penyakit Diabetes Millistus. Apabila djbandingkan dengan kedua orangtuanya yang normal (non-DM), yang jelas penderita Diabetes Millistus lebih cenderung mempunyai anak yang menderita penyakit Diabetes Millistus.

2. Obesitas (Kegemukan)

Obesitas (kegemukan) termasuk hal yang rnenyebabkan terjadinya Diabetes Millistus. Kebutuhan kalori per hari untuk setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Seorang lelaki dewasa membutuhkan antara 2000-2500 kalori per hari, sedangkan perempuan dewasa rnembutuhkan 1600-2000 kalori per hari. Jika asup an kalori per hari seseorang berlebihan, maka kalori yang tidak terpakai akan diubah menjadi lemak. Jadi, kelebihan kalori dapat menyebabkan seseorang menj adi kegemukan. Kalau berat badan Anda naik 1 kg, itu sama artinya ada kelebihan asupan 8000 kalori yang diubah menjadi lemak (8000 kalori = 1 kg berat badan rnanusia).

Semua makanan berkarbohidrat pasti mengandung kalori. jadi dapat ditarik kesimpulan, jika seseorang mengonsumsi makanan berkalori dapat dipastikan asupan kabohidrat ke dalam tubuh akan bertambah. Karbohidrat di dalam tubuh akan diubah menjadi gula untuk dijadikan energi (tenaga). Jika jumlah insulin yang dihasilkan pankreas tidak mencukupi untuk mengendalikan tingkat kadar gula di dalam tubuh, maka kelebihan gula tersebut akan menyebabkan gula darah menjadi tinggi, yang disebut dengan diabetes. Itulah sebabnya, sekarang ini banyak makanan yang diberi label rendah kalori, yang arti sebenarnya adalah rendah karbo- hidrat. Sebagai Contoh pernanis buatan rendah kalori, makanan rendah kalori, dan minuman rendah kalori.

3. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Penyakit hiperrensi (tekanan darah tinggi) Sangat berbahaya bagi kesehatan. Dengan tingginya kadar lemak dalam darah, sensitivitas darah terhadap insulin menjadi sangat rendah. Oleh karena itu, mereka yang menderita tekanan darah tingi diharapkan mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak, seperti buah dan sayuran, sehingga mampu meningkatkan sensitivitas insulin. Jika sensitivitas insulin meningkat maka kontrol gula akan lebih baik dan kadar lemak dalam darah rnenjadi rendah. Rendahnya kadar lemak dalam darah akan menurunkan kemungkinan tirnbulnya komplikasi penyakit jantung sehinga ikut menurunkan angka kematian pada penderita Diabetes Millistus.

4.    Angka Triglycerid (Trigliserida) yang Tinggi

Triglycerid (trigliserida) adalah salah satu jenis molekul lemak yang tinggi. Selain LDL (Low Density Lipoprotein), yaitu jenis kolesterol berbahaya (kolesterol jahat) dan HDL (High Density Lfpoprotein), yaitu jenis kolesterol bersahabat (kolesterol baik), yang penting unluk cliketahui juga adalah Trigliserida, yaitu satu jenis lernak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh. Meningkatnya kadar trigliserida dalam darah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan, konsumsi alkohol, gula, dan makanan berlemak. Tingginya kadar trigliserida akan mempengaruhi sensitivitas insulin. Apabila kadar trigliserida tinggi, sensitivitas insulin akan menurun. Hal ini akan memicu terjadinya Diabetes Millistus. Salah satu Cara untuk menurunkan kadar trigliserida ini adalah dengan diet rendah karbohidrat. Diet ini sekaligus akan menjadi pencegahan terjadinya Diabetes Millistus.

5.    Level Kolesterol yang Tinggi

Diabetes Millistus adalah keadaan di mana kadar gula darah nielebihi batas normal. Diabetes yang tidak terkontrol dengan kadar glukosa yang tinggi cenderung Ineningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh. Kolesterol LDL pada penderita Diabetes lebih ganas karena bentuknya lebih padat dan ukmralmya lebih kecil (Small Dense LDL) sehingga sangat mudah masuk dan menempel pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (aterogenik). Pada penderita Diabetes Millistus, kematian utama disebabkan oleh penyakit kardioserebrovaskular (penyakit pembuluh darah jantung dan otak). Oleh karena itu, pasien DM sangat penting untuk menekan kolesterol, khususnya LDL hingga <1 00mg/dL. Hal ini disebabkan karena DM adalah kondisi yang dianggap sama dengan orang yang terkena penyakit jantung koroner. Bahkan, pada diabetisi yang sudah terkena penyakit jantung koroner, target LDL-nya lebih rendah lagi, yakni <70 mg/dL. Kadar gula darah yang tinggi dan berlangsung lama akan memicu terjadinya aterosklerosis (kerusakan dinding pembuluh darah) pada arteri koroner dan menyebabkan penyakit jantung koroner. Bahkan, pasien dengan DM cenderung mengalami gangguan jantung pada usia yang masih muda.

6. Mengonsumsi Makanan Instan

Zaman semakin maju dan terus berkembang. Hal ini membuat manusia semakin terdorong untuk meraih prestasi setlnggi-tingginya dan menjadi yang terbaik. Kondisi ini sering dlwarnai dengn gaya hidup modern yang tidak sehat. Mereka kurang bergerak karena segala sesuatunya menggunakan alat, seperti lift, escalator, dan lain-lain. Mereka juga demikian sibuk sehinga tidak ada waktu untuk berolahraga secara rutin. Akibatnya, sirkulasi darah di dalam lubuh tidak normal. Kinerja jantung terganggu sehingga secara keseluruhan kerja organ tubuh pun terganggu, termasuk sensitivitas insulin. Selain itu, mereka juga terbiasa mengonsumsi makanan instan atau rnakanan cepat saji yang banyak mengandung garam dan penyedap rasa. Kandungan ini bila dikonsumsi secara terus-menerus dan tidak diirnbangi dengan pola hidup yang sehag, akan menyebabkan terganggunya kesehatan, seperti kegemukan, tingginya kolesterol, dan lain-lain. Inilah yang memicu terganggunya metabolisme dalam tubuh, termasuk sensitivitas insulin yang menyebabkan Diabetes Millistus.

 

7.    Merokok dan Stres

Rokok adalah musuh terbesar kesehatan. Nikotin yang rnenyebar di dalam darah akan mempengaruhi seluruh kerja organ tubuh. Darah yang sudah teracuni oleh nikotin akan menyebabkan sensitivitas insulin terganggu. Apabila kondisinya sudah demikian, maka Diabetes Millistus siap mengintai. Stres sebenarnya tidak menyebabkan penyakit fisik secara langsung. Namun, karena pada saat stres hormon-horrnon racun diproduksi, maka kondisi stres yang berlangsung terus-menerus akan menyebabkan terjadi kandungan racun yang melimpah di dalam tubuh. Inilah yang kemudian mengacaukan seluruh metabolisme tubuh. Sensitivitas insulin pun terganggu dan menyebabkan terjadinya DM.

 

8.    Terlalu Banyak Mengonsumsi Karbohidrat

Bagi diabetes, disarankan untuk makan makanan yang bervariasi agar tercapai keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak. Sebagian penderita Diabetes Millistus bisa mengendalikan gula darahnya hanya dengan makan tiga kali sehari dan menghindari makanan manis. Sementara, sisanya perlu diet ketat. Orang yang terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dapat terancarn DM karena di dalam karbohidrat ini terdapat banyak zat gula yang akan memicu pertambahan kadar gula darah.

9.    Kerusakan pada Sel Pankreas

Diabetes Millistus dapat terjadi jika pankreas-suatu kelenjar di bagian atas perut-tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Biasanya pankreas menghasilkan insulin, yaitu hormon yang penting untuk penyimpanan glukosa dalam tubuh. Apabila pankreas berhenti menghasilkan insulin atau hanya sedikit insulin yang diproduksi, penyakit DM pasti akan terjadi. Seperti telah disebut sebelumnya bahwa hormon insulin dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Kelenjar pankreas terletak di lekukan usus dua belas jari. Kelenjar ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar gula (glukosa) darah. Apabila pankreas ini rusak, terganggu atau tidak bekerja optimal, tentu produk yang dihasilkan akan terpengaruhi Kondisi kadar gula darah harus selalu seimbang, yaitu harus berada antra 60-120 mg/dL pada waktu puasa dan kadar gula darah di bawah 200 mg/dL dua jam sesudah makan. Apabila terdapat gangguan kerja insulin, baik kualitas maupun kuantitas, rnaka keseimbangan tersebut akan teranggu dan kadar gula darah cenderung naik. Produksi insulin menurun dan inilah yang memicu terjadinya Diabetes Millistus.

Proses Penyakit Diabetes Militus

Diabetes mellitus tipe I (IDDM) disebabkan oleh genetik, faktor imunologi, lingkungan, virus. Pada diabetes mellitus tipe I terdapat pankreas untuk menghasilkan insulin tetapi sel-sel beta pankreas rusak/dihancurkan oleh kesalahan reaksi autoimun yang dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh. Hiperglikemia terjadi akibat produksi glukosa yang tidak terukur oleh hati. Disamping itu, glukosa dari makan tidak dapat disimpan dalam hati meskipun tidak tetap berada dalam darah dan menimbulkan hiperglikemia post prandial (sesudah makan). Jika konsentrasi glukosa yang tersaring keluar, akibatnya glukosa tersebut keluar bersama dengan urine (glukosuria). Ketika glukosa yang berlebihan diekskresikan ke dalam urine, ekskresi ini akan disertai pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan (diuresis osmotik). Sebagai akibat dari kehilangan cairan yang berlebihan (polidipsi). Defisiensi insulin juga mengganggu metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan, pasien dapat mengalami peningkatan selera makan (poligfagia) akibat menurunannya simpanan kalori. Gejala lain dari tipe diabetes mellitus mencakup kelelahan dan kelemahan.

Diabetes mellitus tipe II (NDDM) belum diketahui penyebabnya dengan pasti namun ada beberapa faktor risiko yaitu usia, obesitas, herediter, diit tinggi lemak rendah karbohidrat dan kurang gerak badan. Diabetes mellitus tipe II terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor tersebut, terjadi suatu rangkaian reaksi dalam metabolisme glukosa di dalam sel. Resistensi insulin pada diabetes mellitus tipe II disertai penurunan reaksi intrasel. Dengan demikian insulin menjadi tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan. Pada orang yang terkena diabetes mellitus tipe II dimana produksi insulin tidak sesuai dengan kebutuhan, maka selalu mengalami kekurangan glukosa dan glukosa tersebut menumpuk di pembuluh darah sehingga ginjal tidak mampu menyerap glukosa yang harusnya di saring oleh ginjal, keluar melalui urine atau disebut glukosaria sehingga mengakibatkan diuresis osmotik (pengeluaran cairan dan elektrolit). Jika tidak ditangani segera akan menyebabkan dehidrasi dimana dari dehidrasi akan mengakibatkan syok hipovolemik.

Manifestasi klinik

Adapun manifestasi klinik pada penyakit diabetes mellitus yaitu :

  1. Diabetes mellitus tipe I yaitu: hiperglikemia post prandial (peningkatan kadar glukosa dalam darah sesudah makan, glukosuria (glukosa muncul dalam urine), diuretik osmosis (pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan), poliuria (peningkatan rasa haus), penurunan berat badan, kelelahan dan kelemahan, nafas bau keton serta hiperventilasi, nyeri abdomen, mual, muntah, perubahan kesadaran, koma.
  2. Diabetes mellitus tipe II yaitu : kelelahan, iritabilitas, poliuria (peningkatan dalam berkemih), polidipsi (peningkatan rasa haus), bila terjadi luka pada kulit, lama sembuhnya.

 

Diabetes Melitus: Ciri-ciri dan Penyebabnya | admin | 4.5